Di era kerja hybrid yang serba cepat, para eksekutif dan profesional nggak cuma butuh laptop yang kencang dan andal,tapi juga perangkat yang bisa ikut bekerja lebih pintar.
Hadir sebagai Premium AI Business Laptop, ASUS ExpertBook P5 G2 dirancang untuk menghadapi tuntutan pekerjaan modern yang makin kompleks dan dinamis.
Perpaduan prosesor generasi terbaru, daya tahan baterai yang fenomenal, serta teknologi AI terintegrasi membuat laptop ini bukan sekadar alat kerja, tetapi bisa menjadi pusat kendali produktivitas Anda.
Mulai dari multitasking, meeting, hingga berbagai pekerjaan berbasis AI, semuanya dirancang agar bisa dilakukan lebih cepat, efisien, dan tanpa kompromi.

Desain Premium, Konektivitas Lengkap, Keamanan Tanpa Kompromi
Sebelum mengulik lebih jauh soal performanya, ASUS ExpertBook P5 G2 sudah lebih dulu menunjukkan kelasnya lewat desain fisik yang solid dan pilihan konektivitas yang lengkap.
Bukan sekadar tampil profesional, laptop ini memang dirancang untuk menjadi partner kerja yang tangguh di tengah mobilitas dan tuntutan bisnis yang semakin tinggi.
Sasis Tangguh dengan Sistem Pendinginan Optimal
Beralih ke bagian bawah, ASUS ExpertBook P5 G2 tetap memperlihatkan bahwa setiap detail desainnya dibuat dengan tujuan yang jelas. Panel back cover tampil minimalis, tetapi dibekali kisi-kisi ventilasi yang membentang lebar untuk memaksimalkan masuknya udara segar ke dalam sistem.
Tak kalah penting, rubber feet yang tebal dan dirancang secara asimetris memberikan elevasi yang pas saat laptop berada di atas meja. Hasilnya, sirkulasi udara menjadi lebih optimal, sekaligus membuat posisi laptop tetap kokoh dan nggak gampang bergeser saat digunakan.

Konektivitas Lengkap untuk Kebutuhan Profesional
Untuk mendukung mobilitas eksekutif yang harus selalu siap terhubung, kelengkapan port bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan utama.
ASUS ExpertBook P5 G2 membekali sisi kirinya dengan deretan koneksi yang lengkap, mulai dari dua port USB-C, HDMI full-size, USB-A berkecepatan 5Gbps, hingga jack audio combo 3,5 mm.
Dengan pilihan koneksi yang lengkap ini, berbagai kebutuhan kerja, mulai dari menghubungkan monitor eksternal, memindahkan data, hingga menggunakan perangkat audio, bisa dilakukan dengan lebih praktis tanpa harus bergantung pada dongle tambahan.

Beralih ke sisi kanan, ASUS ExpertBook P5 G2 kembali menunjukkan kelengkapan konektivitasnya.
Tersedia Kensington Lock untuk keamanan fisik, port Ethernet/LAN RJ45 dengan desain drop-jaw yang praktis untuk koneksi internet kabel di lingkungan kantor, serta tambahan USB-A 5Gbps untuk berbagai perangkat pendukung.

Untuk urusan daya, ASUS ExpertBook P5 G2 mendukung fast charging 65W melalui USB-C dengan input 20V 3,25A. Standar ini membuat pengisian daya lebih praktis karena satu adaptor USB-C bisa digunakan untuk berbagai perangkat modern.

Keamanan Digital & Fisik Tanpa Kompromi
Keamanan jadi salah satu prioritas utama di dunia kerja. ASUS ExpertBook P5 G2 hadir dengan sensor sidik jari yang terintegrasi pada tombol power, memungkinkan login biometrik yang cepat, praktis, dan lebih aman.

Perlindungan sudah aktif sejak laptop dinyalakan. Pesan “Secured with ASUS ExpertGuardian” menjadi penegas bahwa sistem keamanan ASUS bekerja sejak proses booting.

Namun, salah satu fitur yang paling menarik bagi tim IT adalah Chassis Intrusion Detection. Fitur ini mampu mendeteksi jika penutup bawah laptop dibuka tanpa izin. Saat perangkat dinyalakan kembali, proses booting akan ditahan dan muncul peringatan bahwa back cover telah dibuka.
Dengan perlindungan berbasis BIOS ini, ASUS ExpertBook P5 G2 punya lapisan keamanan ekstra untuk membantu mencegah manipulasi komponen maupun akses fisik yang tidak diinginkan.

Bedah Internal: Pendinginan Cerdas & Upgrade Fleksibel
Begitu penutup bawah dibuka, ASUS ExpertBook P5 G2 menunjukkan desain internal yang nggak cuma fokus pada performa, tapi juga ketahanan, kemudahan perawatan, dan fleksibilitas upgrade.
Di saat banyak laptop tipis mulai mengorbankan opsi upgrade dengan komponen yang disolder ke motherboard, ExpertBook P5 G2 justru menawarkan ruang ekspansi yang lebih fleksibel.
Hal ini menjadi nilai tambah penting untuk memperpanjang usia pakai sekaligus menjaga investasi perangkat perusahaan tetap relevan dalam jangka panjang.

Masuk ke area motherboard, ASUS ExpertBook P5 G2 langsung menunjukkan keunggulan dari sisi fleksibilitas. Laptop ini menyediakan dua slot RAM DDR5 SO-DIMM yang bisa di-upgrade, bukan memori tanam. Artinya, kapasitas RAM masih bisa ditingkatkan ketika kebutuhan multitasking dan komputasi berbasis AI semakin berat.
Untuk penyimpanan, tersedia dua slot M.2 NVMe SSD yang mendukung hingga NVMe Gen 5, dengan format 2280 dan 2230. SSD juga dilengkapi pelat pendingin berbahan tembaga untuk membantu menjaga suhu dan performa tetap optimal.
Menariknya lagi, modul Wi-Fi juga dibuat terpisah menggunakan format M.2. Desain modular seperti ini membuat proses perawatan jauh lebih praktis sekaligus membantu menekan Total Cost of Ownership (TCO).
Ketika komponen mengalami masalah atau teknologi perlu diperbarui, cukup ganti modul yang dibutuhkan tanpa harus mengganti seluruh motherboard.
Pendinginan Cerdas dengan Perlindungan Anti-Debu
Di balik ventilasi sasis, ASUS ExpertBook P5 G2 dibekali dust filter berkerapatan tinggi yang dirancang untuk menahan debu, rambut, dan berbagai kotoran agar nggak mudah masuk ke dalam bodi.
Perlindungan sederhana ini punya dampak besar: membantu menjaga kipas tetap efisien, komponen lebih awet, dan performa pendinginan tetap optimal dalam jangka panjang.

Beralih ke sistem pendingin utama, ASUS ExpertBook P5 G2 mengandalkan kipas berukuran besar dengan bilah rapat yang terhubung ke heatpipe tembaga pipih berlapis hitam. Kombinasi ini dirancang untuk membuang panas dari prosesor secara cepat sekaligus menjaga operasional tetap senyap.
Di sebelahnya, tersedia slot RAM yang dilengkapi penutup insulasi, sekaligus menegaskan bahwa laptop ini tetap memberikan ruang untuk ekspansi dan upgrade di masa mendatang.

Inovasi Baterai Tool-less dengan Sistem Pemeliharaan Praktis
Laptop ini dibekali baterai Li-Polymer berkapasitas 63Wh yang nggak cuma punya daya besar, tapi juga menawarkan kemudahan saat perawatan. Menariknya, baterai ini bisa dilepas tanpa perlu menggunakan obeng.
Di bagian sisi baterai terdapat dua pengunci geser berwarna biru yang dipadukan dengan sistem pin konektor tarik. Jadi, saat baterai perlu diganti, manajer IT cukup menggeser tuas, menarik konektornya, lalu mengangkat baterai.
Desain seperti ini membuat proses penggantian baterai jauh lebih praktis dan cepat, sekaligus membantu memangkas downtime perangkat secara signifikan.



Tata Letak Audio
Melengkapi jeroan laptop ini, dua modul speaker ditempatkan secara simetris di sudut kiri dan kanan bagian bawah sasis. Meski ukurannya tetap proporsional, masing-masing speaker dibekali bantalan peredam (anti-vibration) untuk meminimalkan getaran yang bisa mengganggu kualitas suara.
Hasilnya, suara vokal terdengar lebih jernih, lantang, dan stabil, terutama saat digunakan untuk meeting atau konferensi video. Jadi, percakapan tetap nyaman didengar tanpa suara yang mudah pecah atau terdengar bergetar.

ASUS MyExpert: Software AI Eksklusif untuk Produktivitas Laptop
Kekuatan sebenarnya dari ExpertBook P5 G2 bukan cuma soal hardware yang mumpuni. Yang membuatnya menarik adalah bagaimana kemampuan chip NPU benar-benar dimanfaatkan melalui portal ASUS MyExpert.
Aplikasi ini berperan layaknya pusat komando AI yang mengumpulkan berbagai fitur pintar dalam satu tempat. Mulai dari Knowledge Hub, AI ExpertMeet, File Search, hingga Advanced Tools, semuanya bisa diakses lewat satu antarmuka yang intuitif.
Hasilnya, berbagai kemampuan AI yang biasanya terasa rumit jadi jauh lebih mudah digunakan, sekaligus membantu mempercepat pekerjaan dan meningkatkan produktivitas sehari-hari.

AI ExpertMeet: Asisten Rapat Virtual Pribadi
Rapat virtual dan diskusi bisnis kini terasa jauh lebih praktis berkat dukungan kecerdasan buatan. Lewat fitur AI ExpertMeet, setiap percakapan dapat diubah menjadi transkripsi secara real-time, sehingga pengguna nggak perlu lagi sibuk mencatat poin penting selama meeting berlangsung.
Yang menarik, sistem ini juga mampu mengenali sekaligus memberi label pada setiap pembicara, seperti “Speaker 01”. Dengan begitu, percakapan tersusun lebih rapi dan mudah ditelusuri kembali setelah rapat selesai.

Kemampuan AI ExpertMeet nggak berhenti sebatas transkripsi. Fitur ini juga dilengkapi tab Summary yang secara otomatis mengolah isi pembicaraan menjadi notula rapat dalam bentuk poin-poin penting dan kesimpulan.
Yang tak kalah menarik, seluruh proses pengolahan tersebut dilakukan secara lokal atau on-device. Artinya, data dan pembahasan sensitif perusahaan tetap diproses di perangkat tanpa harus dikirim ke server cloud eksternal.

Proteksi Watermark untuk Presentasi & Komunikasi
Keamanan informasi saat presentasi layar maupun melakukan video conference juga mendapat perlindungan ekstra lewat fitur yang cukup inovatif.
Screen Watermark memungkinkan pengguna menambahkan watermark transparan yang bisa dikustomisasi, misalnya tulisan “Confidential”, dan menampilkannya di seluruh area layar.
Fitur ini menjadi lapisan perlindungan tambahan untuk mengurangi risiko kebocoran informasi melalui screenshot atau dokumentasi layar tanpa izin selama meeting virtual.

Sementara itu, Webcam Watermark membawa konsep personal branding ke level yang lebih praktis. Fitur ini memungkinkan Anda menampilkan “Kartu Nama Digital” langsung di dalam frame kamera saat melakukan video conference.
Informasi seperti nama, jabatan, email, nomor telepon, hingga kode QR dapat ditampilkan di sudut layar tanpa mengganggu tampilan video. Jadi, selain membuat penampilan saat meeting terlihat lebih profesional, klien juga bisa langsung menyimpan informasi kontak Anda dengan lebih mudah.

Knowledge Hub: Interaksi Dokumen Berbasis AI
Bagi para eksekutif yang setiap hari harus berjibaku dengan laporan tebal, Knowledge Hub bisa menjadi salah satu fitur paling menarik di ExpertBook P5 G2.
Dengan dukungan AI yang diproses secara lokal, Anda bisa memasukkan berbagai dokumen berukuran besar, termasuk PDF, lalu langsung berinteraksi dengannya layaknya sedang mengobrol.
Cukup ajukan pertanyaan melalui kolom chat, dan AI akan membantu mencari informasi, mengekstraksi poin penting, merangkum isi dokumen, hingga memberikan jawaban yang relevan berdasarkan data di dalamnya.

Pilar Utama: Keunggulan yang Ditawarkan
- AI-Powered Productivity: Hadir dengan kemampuan AI on-device yang kencang untuk menjalankan berbagai fitur dan asisten pintar secara lebih cepat, responsif, dan efisien.
- Unmatched Endurance: Daya tahan baterai yang dirancang untuk menemani aktivitas seharian, sehingga Anda bisa tetap produktif tanpa harus terus mencari stopkontak.
- Extreme Performance & Storage: Performa komputasi kelas berat dipadukan dengan penyimpanan berkecepatan tinggi dan sistem manajemen termal yang cerdas, memastikan proses kerja tetap gesit bahkan saat menangani beban berat.
- Seamless Office & Multimedia: Aktivitas kerja, multitasking, hingga penyuntingan visual terasa lebih mulus berkat optimalisasi antara CPU dan chip grafis terintegrasi (iGPU).
Uji Performa ExpertBook P5 G2: Seberapa Kencang di Dunia Nyata?
AI-Powered Productivity: Maksimalkan Produktivitas dengan AI
Ditenagai Intel Core Ultra 7 356H, laptop ini nggak cuma mengandalkan performa CPU. ASUS juga membekalinya dengan hardware khusus untuk menangani berbagai beban kerja berbasis AI, termasuk NPU Intel AI Boost.
Dalam pengujian Procyon AI Text Generation yang memanfaatkan NPU dan engine Intel OpenVINO, kemampuan laptop ini terlihat cukup menjanjikan. Saat menjalankan berbagai model bahasa besar (Large Language Models/LLM), perangkat ini mencatat skor 439 pada PHI 3.5, 392 pada MISTRAL 7B, dan 349 pada LLAMA 3.1.
Yang lebih menarik, ketika beban AI dialihkan ke Intel Graphics, performanya justru semakin terdongkrak. Pada model PHI 3.5, skornya melonjak hingga 583.
Artinya, kemampuan AI di laptop ini nggak sekadar menjadi fitur tambahan di atas kertas. Kombinasi CPU, NPU, dan iGPU membuat perangkat punya beberapa jalur pemrosesan untuk menangani workload AI sesuai kebutuhan—sebuah pendekatan yang menarik untuk laptop bisnis generasi baru.

Bukan cuma jago mengolah teks, iGPU Intel Graphics pada laptop ini juga menunjukkan taringnya untuk kebutuhan kreasi visual. Dalam pengujian Procyon AI Image Generation menggunakan Stable Diffusion 1.5 Light, perangkat ini berhasil meraih skor 2.799, dengan rata-rata waktu hanya 11,164 detik untuk menghasilkan satu batch gambar.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kemampuan AI di laptop ini bukan sekadar gimmick. Dalam penggunaan sehari-hari, berbagai pekerjaan seperti transkripsi rapat secara real-time, merangkum dokumen secara otomatis, hingga menghasilkan aset visual berbasis AI bisa diproses langsung di perangkat.
Menariknya lagi, proses tersebut dapat berjalan secara offline atau on-device, sehingga data dan informasi sensitif perusahaan tidak harus dikirim ke server cloud. Produktivitas tetap ngebut, sementara privasi data bisnis juga lebih terjaga.
Daya Tahan Baterai ExpertBook P5 G2: Siap Temani Aktivitas Seharian
Buat para profesional dan eksekutif yang punya mobilitas tinggi, baterai awet bukan lagi sekadar bonus, tapi kebutuhan utama. Kabar baiknya, ExpertBook P5 G2 menunjukkan daya tahan yang cukup mengesankan dalam pengujian Procyon Office Productivity Battery Life.
Laptop ini mampu bertahan hingga 21 jam 26 menit untuk menjalankan berbagai aktivitas perkantoran secara terus-menerus, mulai dari kondisi baterai 100% hingga tersisa 2%.
Dengan daya tahan selama itu, Anda nggak perlu terlalu sering berburu stopkontak. Mulai dari menyelesaikan presentasi bisnis, mengolah dokumen, sampai bekerja selama penerbangan jarak jauh, ExpertBook P5 G2 siap menemani aktivitas tanpa harus terus bergantung pada charger.
Singkatnya, ini adalah laptop yang dibuat untuk tetap produktif bahkan ketika akses ke sumber listrik sedang jauh dari jangkauan.

Extreme Performance & Storage: Akses Data Instan & Suhu Terjaga
Di dunia kerja korporat, setiap detik sangat berarti. Karena itu, kecepatan penyimpanan menjadi salah satu faktor penting agar aktivitas kerja tetap responsif.
ExpertBook P5 G2 menunjukkan performa SSD yang impresif dalam pengujian CrystalDiskMark, dengan kecepatan baca mencapai 7.099,52 MB/s dan kecepatan tulis hingga 6.419,28 MB/s.
Dengan kemampuan baca-tulis secepat ini, berbagai aktivitas terasa jauh lebih gesit. Booting sistem operasi bisa berlangsung dalam hitungan detik, sementara membuka file proyek berukuran besar hingga mengakses database dengan kapasitas masif dapat dilakukan dengan waktu tunggu yang jauh lebih minim

Bagaimana kalau laptop ini dipaksa bekerja keras tanpa henti? Dalam stress test Cinebench R23 Multicore selama 10 menit, ExpertBook P5 G2 menunjukkan bagaimana sistem pendinginnya menangani beban komputasi berat.
Selama pengujian, konsumsi daya CPU rata-rata berada di 40,98 Watt, sementara daya puncaknya mencapai 65,98 Watt. Meski terus digeber, temperatur prosesor masih mampu dipertahankan di rata-rata 88,62°C, dengan suhu tertinggi yang sempat menyentuh 96°C.
Angka tersebut menunjukkan bahwa sistem pendinginnya mampu bekerja secara optimal untuk menjaga performa prosesor tetap stabil. Yang paling penting, laptop ini mampu menghadapi beban berat tanpa mudah mengalami thermal throttling, masalah yang cukup umum pada perangkat tipis ketika performa tinggi dipertahankan dalam waktu lama.
Dengan kata lain, bodinya boleh tipis, tapi kemampuan menjaga performanya nggak bisa dianggap remeh.
Performa Aplikasi Kantor dan Multimedia: Kerja Berat Tetap Lancar
Bukan cuma jago di benchmark sintetis dan pengujian termal, ExpertBook P5 G2 juga dirancang untuk menghadapi aplikasi kerja yang benar-benar digunakan sehari-hari. Mulai dari mengolah dokumen, spreadsheet kompleks, hingga membuat presentasi, semuanya ditopang performa yang responsif.
- Produktivitas Kantor: Dalam pengujian Procyon Office Productivity MP, laptop ini berhasil mencetak skor keseluruhan 274.000. Rinciannya juga cukup impresif, dengan skor 447.000 di Microsoft Word, 193.000 di Excel, dan 241.000 di PowerPoint.
Angka tersebut menunjukkan kemampuan yang solid untuk menangani berbagai skenario kerja. Membuka dan mengolah dokumen besar, menjalankan spreadsheet dengan perhitungan kompleks, hingga menyajikan presentasi dengan transisi animasi dapat dilakukan dengan respons yang tetap gesit dan minim gangguan.

- Kreasi Konten & Visual: Bukan cuma ditujukan untuk pekerjaan kantoran, Intel Graphics pada ExpertBook P5 G2 juga cukup siap diajak menggarap kebutuhan kreatif. Dalam Procyon Video Editing Benchmark 1.5, laptop ini berhasil mencetak skor 5.306.
Hasil tersebut menunjukkan kemampuannya dalam menangani proses rendering dan ekspor video berformat H.264, baik untuk konten Full HD 1080p maupun video beresolusi tinggi 4K Ultra HD.

- Kapabilitas Grafis 3D: Untuk kebutuhan grafis tiga dimensi, ExpertBook P5 G2 berhasil mencatat skor 2.373 pada pengujian 3DMark Time Spy, dengan Graphics Score 2.092 dan CPU Score 10.034.
Memang, performanya belum ditujukan untuk menghadapi game AAA kelas berat. Sebagai gambaran, Battlefield V diperkirakan berjalan di bawah 30 FPS pada resolusi 1440p dengan preset Ultra. Namun, untuk kebutuhan profesional, kemampuan grafisnya masih tergolong mumpuni.

Baca juga: Review ASUS Vivobook S14 (S3407VA): Laptop Kerja & Belajar Murah Terbaik!
Kesimpulan
ASUS ExpertBook P5 G2 merupakan laptop bisnis yang menggabungkan performa, daya tahan baterai lebih dari 21 jam, kemampuan AI on-device, ASUS MyExpert, dan SSD berkecepatan tinggi untuk menunjang produktivitas profesional.
Dengan desain fleksibel dan performa yang responsif, laptop ini cocok untuk menghadapi pekerjaan padat, multitasking, meeting, hingga pengolahan data.
Bukan sekadar alat kerja, ExpertBook P5 G2 hadir sebagai partner produktivitas yang siap mengikuti ritme kerja profesional modern.
















































