khirnya Apple resmi menghadirkan smartphone lipat alias foldable perdananya, dan siap bersaing dengan kompetitor lain seperti Samsung hingga HUAWEI yang sudah merilis sekian generasi sebelumnya.
Melalui iPhone Duo, Apple memilih untuk hadirkan foldable pertamanya dalam desain lebih ringkas. Memanfaatkan material yang dirancang kuat, serta sematkan dua sensor kamera di sisi belakang.
Desain iPhone Fold sendiri memang sudah bocor sejak beberapa bulan terakhir, namun setidaknya kini Apple memiliki kesempatan untuk menjelaskan keunggulan pada aspek tersebut, mulai dari pemilihan material, dimensi, hingga layar utamanya yang dibuat spesial.

Secara tampilan, tentunya iPhone Duo akan cukup banyak dibandingkan dengan Galaxy Z Fold8 yang memiliki dimensi dan rasio layar mendekati atau serupa.
Menjadi generasi pertama, tentunya iPhone Duo akan sangat menggoda terutama untuk para penggemar produk Apple.
Sementara bagi mereka yang lebih “konservatif”, bisa memilih iPhone 18 Pro Series yang notabene merupakan wujud penyempurnaan dari beberapa generasi sebelumnya. Apakah iPhone Duo dirancang sebagai perangkat pendukung produktivitas? Mari kita bedah keunggulannya satu persatu.
Apple iPhone Duo Pakai Layar Nano-Texture yang Lebih Mulus

Saat memperkenalkan iPhone Duo, Apple tampak fokus menonjolkan sektor desain dan layar. Rasio layar luar dan dalam dibuat serupa agar perpindahan antar-display terasa lebih natural.
Sementara kamera depan di layar utama mengusung teknologi under-display camera, seperti yang pernah diterapkan pada Galaxy Z Fold generasi sebelumnya.
Dukungan iOS 27 dengan Liquid Glass juga membuat antarmukanya lebih adaptif, termasuk fitur split screen untuk menjalankan dua aplikasi sekaligus. Layarnya berukuran 5,4 inci saat tertutup dan melebar menjadi 7,6 inci ketika dibuka.
Tak berhenti di situ, Apple juga menyiapkan dukungan Apple Pencil untuk kedua layar, membuat iPhone Duo semakin menarik sebagai perangkat untuk produktivitas dan kebutuhan multitasking.

Apple membekali iPhone Duo dengan opsi layar nano-texture, hinge yang lebih mulus, serta layar utama yang bisa terbentang rata. Perangkat ini juga menggunakan Touch ID, bukan Face ID, dengan pilihan warna putih dan biru gelap.
Bodinya memakai titanium, memiliki sertifikasi IP68, dan dilindungi Ceramic Shield generasi kedua. Mekanisme lipatnya terdiri dari lebih dari 100 komponen, termasuk carbon fiber.
Untuk performa, iPhone Duo mengandalkan A20 Pro 2nm dan sistem pendinginan yang ditingkatkan. Apple mengklaim performanya bisa bertahan hingga 30% lebih lama dibanding iPhone 17 Pro.
iPhone Duo Punya Dua Kamera dan Baterai Tahan Lama

Karena mengusung bodi yang cukup ringkas, iPhone Duo hanya dibekali dua kamera belakang, yakni wide 48MP dan ultra-wide 48MP. Meski tanpa kamera telefoto khusus, Apple menawarkan fitur lossless zoom yang diklaim mampu menghasilkan kualitas setara optical zoom.
Kamera ultra-wide-nya disebut membawa sensor yang sama seperti iPhone 18 Pro. Menariknya, layar bisa dilipat hingga sekitar 90 derajat untuk memudahkan pengambilan foto maupun video tanpa perlu tripod.
Untuk selfie, tersedia kamera 12MP Center Stage di layar luar, sementara pengguna juga bisa memanfaatkan kamera utama dengan preview langsung di layar cover.
Tak hanya itu, fitur Smart Take memanfaatkan pengenalan pose untuk menangkap momen, ekspresi, hingga gaya pengguna secara otomatis—jadi tak perlu repot menekan tombol shutter.

Meski hadir dengan bodi tipis dan kompak, iPhone Duo diklaim tetap mampu menemani aktivitas seharian.
Apple mengklaim baterainya sanggup memutar video hingga 31 jam di layar utama dan 44 jam menggunakan layar luar. Pengisian cepatnya juga mampu mengisi daya hingga 50% dalam 20 menit.
Untuk harganya, iPhone Duo dibanderol mulai US$1.999 atau sekitar Rp35 jutaan, dengan penyimpanan 256GB. Perangkat ini dijadwalkan mulai tersedia pada Oktober mendatang, berbeda dari iPhone 18 Pro yang hadir lebih dulu.
Kini pertanyaannya, kalau resmi masuk Indonesia, kira-kira iPhone Duo bakal dibanderol berapa?
















































